Setiap nama lokal tumbuhan yang digunakan dideterminasi dan ditentukan nama latinnya dan dibuat herbarium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Provinsi Sulawesi Tenggara terdapat 91 spesies dari 44 famili tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat tradisional etnis Suku Tolaki sebagai bahan ramuan tumbuhan. Makanan tradisi suku Tolaki memiliki keunikan, dan merupakan salah satu satu sumber pangan yang menjadi kekuatan bangsa. Di sisi yang lain, potensi makanan tradisi ini juga merupakan potensi pengembangan wisata kuliner di Sulawesi Tenggara, ruang politik lokal suku Tolaki dalam menghadapi persaingan global. Harapan penulis semoga buku literasi lokal ini bermanfaat bagi pelajar dalam memahami kebudayaan lokal daerah Konawe provinsi Sulawesi Tenggaara Tradisi Kalosara Warisan Adat, Seni dan Budaya Merajut Peradaban Sejarah Lokal Tolaki Konawe, Sulawesi Tenggara Halaman 1 - Kompasiana.com Beberapa cerita tersebut di antaranya adalah asal usul Gunung Mekongga, cerita rakyat Oheo, Suku Tolaki, dan masih banyak lagi. Kamu juga bisa menemukan cerita Putri Satarina dan Tujuh Bidadari yang sangat menarik untuk diikuti. Selain bisa dikonsumsi sendiri, cerita tersebut juga dapat diceritakan kepada anak-anak kecil. Suku Tolaki yang mendiami daratan Sulawesi Tenggara, dalam adat serta budayanya mmiliki simbol adat yaitu β€œKalo.β€˜ Dalam tradisi masyarakat Tolaki disebut Kalosara. Simbol Kalo yang terbuat dari bahan rotan ini dibentuk secara melingkar, Menjadi simbol persatuan dan kesatuan Suku Tolaki. Suku Tolaki merupakan suku yang mendiami sebagian besar Wilayah Kendari, Konawe dan Konawe Utara. Arsitektur rumah adat laikas cukup menawan dengan bentuk panggung yang memiliki 3 hingga 4 lantai. Masyarakat Tolaki biasanya memanfaatkan bagian kolong rumah untuk memelihara hewan ternak, seperti babi ataupun ayam. adat (khusus Tolaki) merebak di Sulawesi Tenggara, tidak ketinggalan suku bangsa TolakididaerahKabupatenKonawe,Kota Kendari, Konawe Selatan dan Konawe Utara. Bahkan setiap pertemuan acara resmi pemerintah, lembaga adat, atau kegiatan adat lainnya para pemakainya dengan bangga dan diwajibkan menggunakan pakaian adat. Guna memperkenalkan pakaian Pemertahanan Budaya. Dalam junal Pusat Bahasa Depdiknas Sulawesi Selatan: Kongres Internasional Bahasa-bahasa Daerah Sulawesi Selatan di Makassar, 21-25 Juli 2007. M. L.Marzuki, SIRI' Bagian Kesadaran Hukum Rakyat Bugis-Makassar (Sebuah Telaah Filsafat Hukum), Makassar: Hasanuddin University Press, 1995. pg4R.